Jelajahi cerita budaya, alam, dan petualangan nusantara — dari gunung hingga pantai dan pulau tersembunyi.

BudayaDesaEventGunungKeluargaMistisPantaiPulau

Desa Sade Terbakar, Mengenal Kampung Adat Suku Sasak yang Bertahan 15 Generasi

Desa Sade, salah satu kawasan pengrajin tenun ikat dan songket Lombok, Foto: indonesia.travel

PERJALANANWONDO - Kalau membayangkan wisata ke Lombok, mungkin yang langsung terlintas adalah pantai, bukit, atau pemandangan Gunung Rinjani. Tapi Lombok juga punya destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda yaitu Desa Adat Sade, sebuah kampung tradisional Suku Sasak yang masih mempertahankan kehidupan dan tradisi leluhurnya.

Sayangnya, kabar duka datang dari Desa Sade pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Kebakaran melanda kawasan permukiman adat di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Peristiwa tersebut berdampak pada ratusan warga dan sejumlah bangunan di kawasan Sade.

Di balik kabar kebakaran tersebut, ada satu hal yang membuat Desa Sade begitu penting untuk dikenali. Kampung ini telah menjadi tempat tinggal masyarakat Sasak selama sekitar 15 generasi.

 

Desa Sade, Kampung Tradisional yang Masih Hidup

Desa Adat Sade merupakan salah satu kampung tradisional masyarakat Suku Sasak yang masih bertahan hingga sekarang. Kampung ini telah dikenal wisatawan sejak puluhan tahun lalu dan menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang cukup populer di Lombok. Menariknya, Sade bukan kawasan yang dibuat khusus untuk wisatawan. Masyarakat masih tinggal di dalamnya dan menjalankan kehidupan sehari-hari seperti biasa.

Wisatawan yang datang bisa melihat rumah tradisional, aktivitas masyarakat, kerajinan tenun, hingga berbagai tradisi yang masih dipertahankan. Inilah yang membuat pengalaman berkunjung ke Sade terasa berbeda. Kita tidak hanya datang untuk melihat bangunan tradisional, tetapi bisa melihat langsung bagaimana budaya Sasak masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

 

Rumah Tradisional Jadi Salah Satu Daya Tarik Utama

Salah satu hal yang paling mudah dikenali dari Sade adalah rumah tradisionalnya. Bangunan di kampung ini menggunakan material alami seperti kayu, bambu, dan alang-alang. Salah satunya adalah Bale Tani, rumah tradisional yang digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat Sasak.

Ada pula lumbung, bangunan yang digunakan untuk menyimpan hasil pertanian. Bentuk rumahnya mungkin terlihat sederhana jika dibandingkan dengan bangunan modern. Namun, justru bentuk tersebut menjadi salah satu identitas yang membuat Sade berbeda dari destinasi wisata lainnya di Lombok.

Bagi wisatawan, melihat rumah-rumah tersebut secara langsung juga memberikan gambaran bagaimana masyarakat Sasak mempertahankan bentuk hunian tradisional di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga: Kenapa di Baduy Nggak Ada Kuburan? Ternyata Begini Tradisi Pemakamannya

 

Bukan Cuma Rumah, Ada Tradisi yang Ikut Dijaga

Kalau datang ke Sade, jangan hanya memperhatikan bentuk rumahnya. Salah satu budaya yang cukup terkenal adalah tenun Sasak. Keterampilan menenun diwariskan secara turun-temurun dan masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Berbagai hasil tenun seperti kain, selendang, sarung, hingga songket dapat ditemukan di kawasan ini.

Bagi wisatawan, kain tersebut mungkin terlihat seperti oleh-oleh khas Lombok. Namun bagi masyarakat setempat, proses di balik pembuatannya merupakan bagian dari pengetahuan dan keterampilan yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Selain tenun, masyarakat Sasak juga memiliki berbagai tradisi sosial dan adat yang masih dipertahankan, termasuk tradisi perkawinan merariq.

 

Kebakaran Melanda Desa Adat Sade

Pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, kebakaran kemudian melanda kawasan permukiman adat Sade. Berdasarkan keterangan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, sekitar 320 warga dari 120 kepala keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. Sejumlah bangunan dan fasilitas di kawasan Sade juga ikut terbakar, termasuk rumah warga, masjid, museum, serta lapak UMKM.

Material bangunan tradisional yang banyak menggunakan kayu, bambu, dan alang-alang membuat kebakaran menjadi persoalan serius bagi kawasan tersebut. Bagi masyarakat, dampaknya tentu bukan hanya soal kehilangan tempat tinggal. Ada aktivitas ekonomi yang terganggu, termasuk usaha warga yang selama ini ikut berkembang karena aktivitas pariwisata.

Padahal, Desa Sade selama ini tidak hanya memberikan pengalaman budaya bagi wisatawan, tetapi juga membantu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat melalui kerajinan, perdagangan, dan aktivitas wisata.

 

Sade Boleh Terbakar, Tapi Budayanya Jangan Sampai Hilang

Ada masyarakat yang sudah tinggal di sana selama 15 generasi, ada keterampilan menenun yang diwariskan, ada tradisi Sasak yang masih dijalankan, ada kehidupan dan cerita yang membuat kawasan tersebut memiliki identitas. 

Karena itu, pemulihan Desa Sade nantinya tidak cukup hanya dengan membangun kembali rumah-rumah yang rusak. Kehidupan masyarakat dan keberlangsungan tradisi juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Kalau Suatu Hari Kembali ke Sade, kebakaran ini mungkin membuat perjalanan Sade ke depan berubah. Tetapi mudah-mudahan tidak menghilangkan alasan kenapa tempat ini sejak awal begitu menarik untuk dikunjungi.

Karena ketika wisatawan datang ke Sade, yang mereka cari sebenarnya bukan hanya rumah tradisional atau kain tenun. Mereka datang untuk mengenal kehidupan masyarakat Sasak dari dekat. Dan mungkin, setelah mengetahui cerita di baliknya, kita akan melihat Sade dengan cara yang berbeda. Bukan sekadar sebagai salah satu destinasi wisata di Lombok, tetapi sebagai warisan budaya yang selama 15 generasi terus dijaga oleh masyarakatnya.

Semoga masyarakat Desa Adat Sade diberikan kekuatan untuk melewati masa pemulihan ini. Dan semoga suatu hari nanti, kehidupan di Sade kembali berjalan, tradisinya tetap hidup, dan wisatawan bisa kembali datang untuk mengenal salah satu cerita budaya Indonesia yang begitu berharga.

Baca Juga: Kenapa Hutan Kalimantan Harus Dijaga? Jawabannya Bukan Cuma Karena Orangutan

 

Jelajahi Nusantara Bersama Wondo

Setiap daerah di Indonesia punya cerita yang berbeda. Dari alam, budaya, hingga kehidupan masyarakat lokal, semuanya menjadi bagian dari perjalanan yang membuat Indonesia begitu beragam. Temukan destinasi dan cerita perjalanan lainnya bersama Wondo.co.id