PERJALANANWONDO - Kalau kamu pernah trekking ke kawasan Baduy, mungkin ada satu hal yang tanpa sadar nggak pernah kamu temukan yaitu kompleks pemakaman dengan deretan makam dan batu nisan. Padahal, masyarakat Baduy juga mengalami kematian dan menguburkan anggota keluarganya. Lalu, sebenarnya mereka dimakamkan di mana? Jawabannya justru menjadi salah satu hal menarik dari kehidupan masyarakat Baduy.
Bukan Nggak Ada Kuburan, Tapi Makamnya Tidak Seperti yang Kita Kenal
Masyarakat Baduy tetap memakamkan orang yang meninggal. Jenazah dimandikan, dibungkus dengan kain kafan, kemudian dibawa ke area pemakaman yang sudah ditentukan, yang berbeda adalah cara mereka memperlakukan makam tersebut.
Kamu tidak akan menemukan kompleks pemakaman dengan batu nisan, nama orang yang meninggal, atau makam yang terus dirawat seperti yang umum ditemukan di banyak daerah. Dalam tradisi Baduy, makam tidak dipelihara secara permanen. Karena itu, setelah beberapa waktu, bekas makam bisa kembali menyatu dengan lingkungan sekitarnya dan sulit dikenali.
Jadi, kalau selama trekking kamu melihat hamparan tanah, pepohonan, atau area yang terlihat biasa saja, bukan berarti kawasan tersebut tidak pernah menjadi tempat pemakaman. Lalu, Bagaimana Proses Pemakamannya?
Saat ada warga yang meninggal, jenazah terlebih dahulu diurus sesuai aturan adat. Jenazah dimandikan, dibungkus dengan kain kafan, kemudian dibawa menuju area pemakaman yang sudah ditentukan. Makamnya pun dibuat secara sederhana. Salah satu sumber dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat menyebut penggunaan pohon hanjuang sebagai penanda makam.
Tidak ada upaya untuk membuat makam tersebut menjadi bangunan permanen. Justru setelah rangkaian upacara kematian selesai, makam dibiarkan begitu saja.
Baca Juga: Misteri Kawah Ijen: Rahasia di Balik Blue Fire dan Danau Kawah
Kenapa Makamnya Tidak Dipertahankan?
Nah, ini bagian yang membuat tradisi pemakaman Baduy semakin menarik.
Dalam kehidupan masyarakat Baduy, rangkaian upacara kematian memiliki batas waktu. Salah satu kajian tentang masyarakat Baduy mencatat bahwa upacara kematian diperingati sampai tujuh hari. Setelah masa tersebut, mereka tidak lagi melakukan perawatan khusus terhadap makam.
Ada pula sumber yang menjelaskan bahwa setelah tujuh hari, tanah bekas makam dapat kembali digunakan untuk kegiatan lain, termasuk berladang. Artinya, makam bukan dibuat untuk menjadi tempat yang terus-menerus dirawat atau dipertahankan sebagai bangunan permanen.
Jadi, Kalau Ada yang Meninggal, Makamnya Hilang? Bukan benar-benar “hilang”. Lebih tepatnya, bekas makam tidak dipertahankan sebagai makam permanen.
Ketika penanda atau struktur sederhananya sudah tidak ada, area tersebut bisa kembali menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Inilah salah satu alasan mengapa wisatawan yang berjalan melewati kawasan Baduy mungkin tidak menyadari bahwa di antara lingkungan yang terlihat alami tersebut terdapat area yang pernah digunakan untuk pemakaman.
Ini yang Membuat Perjalanan ke Baduy Jadi Berbeda
Baduy memang bukan sekadar tempat untuk trekking dan menikmati suasana alam. Sepanjang perjalanan, kamu bisa melihat bagaimana masyarakat Kanekes menjalani kehidupan dengan aturan adat yang masih dijaga. Mulai dari cara mereka membangun rumah, mengolah ladang, menjaga lingkungan, sampai bagaimana mereka menghadapi kelahiran dan kematian.
Hal-hal seperti inilah yang membuat perjalanan ke Baduy terasa berbeda. Kamu datang bukan hanya untuk melihat pemandangan, tetapi juga untuk mengenal cara hidup masyarakat adat yang mungkin sangat berbeda dengan keseharian kita.
Jadi, kalau suatu saat kamu trekking ke Baduy dan bertanya, “Kok di sini nggak kelihatan kuburan?”, sekarang kamu sudah tahu jawabannya. Bukan karena masyarakat Baduy tidak memiliki makam, tetapi karena mereka memang tidak mempertahankan makam sebagai tempat permanen seperti yang biasa kita temui.
Baca Juga: Misteri Alas Purwo: Hutan Tua di Banyuwangi yang Penuh Cerita
Kalau kamu penasaran ingin melihat langsung kehidupan masyarakat Baduy dan merasakan pengalaman trekking di kawasan adatnya, kamu bisa cek dan beli paket wisata Baduy di Wondo.co.id. Pilih paketnya, siapkan perlengkapan, dan rasakan sendiri pengalaman menjelajahi Baduy dari dekat.


