PERJALANANWONDO - Pendaki biasanya sibuk mencari spot foto, menikmati suasana pegunungan, atau sekadar beristirahat setelah menempuh jalur trekking. Tapi ada pemandangan unik yang bisa ditemukan saat berkunjung ke Kawah Ratu, Gunung Salak.
Beberapa pengunjung justru memanfaatkan endapan belerang yang ada di sekitar kawah dan mengoleskannya ke wajah seperti masker. Kebiasaan ini bahkan sudah cukup lama ditemukan di berbagai cerita perjalanan ke Kawah Ratu.
Lantas, kenapa endapan belerang bisa sampai dijadikan “masker alami”? Apakah memang bagus untuk kulit?
Mengenal Kawah Ratu di Gunung Salak
Kawah Ratu merupakan salah satu kawasan vulkanik di kompleks Gunung Salak yang berada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat. Kawasan ini dikenal dengan lanskapnya yang cukup berbeda dari jalur trekking pada umumnya, mulai dari bebatuan vulkanik, aliran sungai, hingga kepulan uap yang keluar dari area kawah.
Gunung Salak sendiri masih berstatus sebagai gunung api tipe A. Kawah Ratu menjadi salah satu kawah aktif yang dikenal di kawasan tersebut.
Salah satu hal yang paling mudah dikenali ketika mendekati Kawah Ratu adalah aroma khas belerang. Di beberapa titik, pengunjung juga dapat melihat material berwarna putih hingga kekuningan yang merupakan endapan sulfur.
Pemandangan inilah yang kemudian menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Kenapa Ada Endapan Belerang di Kawah Ratu?
Belerang yang ditemukan di kawasan Kawah Ratu berkaitan dengan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung. Secara sederhana, aktivitas vulkanik menghasilkan berbagai jenis gas dan material dari dalam bumi. Ketika gas vulkanik keluar melalui rekahan atau sumber-sumber tertentu di permukaan, proses kimia dan pendinginan dapat menghasilkan endapan sulfur di sekitar area tersebut.
Itulah sebabnya, ketika berada di kawasan Kawah Ratu, pengunjung bisa menemukan warna putih atau kuning yang cukup mencolok di antara bebatuan dan aliran air.
Penelitian Badan Geologi mengenai aktivitas Gunung Salak juga mencatat adanya emisi gas vulkanik di kompleks Cikuluwung Putri, yang mencakup Kawah Ratu. Gas yang terdeteksi antara lain karbon dioksida (CO₂), sulfur dioksida (SO₂), dan hidrogen sulfida (H₂S).
Jadi, endapan yang terlihat di sekitar kawah bukan sekadar batuan yang kebetulan berwarna kuning. Material tersebut merupakan bagian dari proses geologi yang terjadi di kawasan vulkanik.
Baca Juga: Bukan Cuma Pantai, Ujung Genteng Punya Penangkaran Penyu yang Wajib Dikunjungi
Dari Endapan Kawah Jadi “Masker Alami”
Nah, bagian ini yang membuat Kawah Ratu cukup unik. Sejumlah catatan perjalanan dan artikel wisata menyebut bahwa pengunjung memanfaatkan sumber atau endapan belerang di kawasan Kawah Ratu sebagai masker wajah. Biasanya, belerang tersebut diambil lalu dioleskan langsung ke wajah, terutama karena ada anggapan bahwa belerang dapat membantu mengatasi masalah kulit seperti jerawat dan membuat kulit terasa lebih halus.
Kebiasaan ini bukan berarti Kawah Ratu menyediakan “masker wajah” secara resmi. Lebih tepatnya, ini merupakan kebiasaan yang dilakukan sebagian pengunjung karena adanya anggapan mengenai manfaat belerang untuk kulit.
Menariknya, sulfur memang bukan bahan yang asing dalam dunia perawatan kulit.
Benarkah Sulfur Bisa Digunakan untuk Perawatan Kulit?
Jawabannya: sulfur memang digunakan dalam beberapa produk dermatologis, tetapi bukan berarti semua belerang alami bisa langsung digunakan sebagai skincare.
Dalam dunia dermatologi, sulfur telah digunakan dalam sejumlah produk untuk membantu menangani kondisi kulit tertentu, seperti jerawat, rosacea, dermatitis seboroik, dan beberapa gangguan kulit lainnya. Sulfur memiliki sifat keratolitik serta aktivitas antijamur dan antibakteri tertentu.
Namun, ada perbedaan penting antara sulfur yang digunakan dalam produk perawatan kulit dan endapan sulfur yang ditemukan langsung di lingkungan kawah.
Produk skincare berbahan sulfur dibuat dengan formulasi dan konsentrasi tertentu. Sementara itu, endapan yang ditemukan di kawasan vulkanik bukanlah produk kosmetik yang telah diformulasikan untuk penggunaan pada kulit.
Bahkan produk sulfur yang memang dibuat untuk kulit tetap memiliki aturan penggunaan karena dapat menyebabkan kulit kering, kemerahan, iritasi, atau pengelupasan pada sebagian orang.
Jadi, anggapan bahwa “sulfur bagus untuk kulit” tidak otomatis berarti endapan belerang dari kawah aman dijadikan masker wajah.
Yang Perlu Diperhatikan Bukan Cuma Belerangnya
Selain soal kulit, ada hal lain yang justru lebih penting diperhatikan ketika berada di Kawah Ratu, yaitu gas vulkanik. Penelitian Badan Geologi mencatat keberadaan beberapa gas vulkanik di kompleks Cikuluwung Putri, termasuk CO₂, SO₂, dan H₂S. Dalam pengukuran tertentu, konsentrasi beberapa gas di sekitar Kawah Ratu bahkan tercatat sangat tinggi.
Hal ini menjadi alasan kenapa pengunjung perlu berhati-hati ketika berada terlalu dekat dengan sumber gas atau area kawah.
Aroma belerang yang menyengat memang menjadi salah satu ciri khas kawasan ini. Namun, jangan menganggap bahwa menggunakan masker kain atau masker biasa otomatis membuat tubuh terlindungi dari paparan gas vulkanik.
Karena itu, berkunjung ke kawasan kawah tetap membutuhkan kewaspadaan dan mengikuti arahan keselamatan yang berlaku.
Baca Juga: Paket Wisata Lombok 3 Hari 2 Malam Rp1,4 Jutaan, Dapat Apa Aja?
Tips Aman Saat Trekking ke Kawah Ratu
Kalau kamu tertarik trekking ke Kawah Ratu, jangan hanya menyiapkan kamera untuk mengabadikan pemandangannya. Ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan.
1. Ikuti arahan pengelola
2. Jangan terlalu dekat dengan sumber gas
3. Perhatikan kondisi tubuh
4. Jangan asal mengambil material kawah untuk skincare
Meskipun sebagian pengunjung pernah menggunakan endapan belerang sebagai masker, bukan berarti material tersebut sudah terjamin aman untuk langsung digunakan pada kulit.
Kalau ingin menggunakan skincare berbahan sulfur, lebih baik pilih produk yang memang dibuat dan diformulasikan untuk penggunaan pada kulit.
Kawah Ratu Bukan Sekadar Tempat untuk Foto
Fenomena pengunjung yang menggunakan endapan belerang sebagai masker memang menjadi salah satu hal unik yang bisa ditemukan di Kawah Ratu. Di satu sisi, kebiasaan ini menunjukkan bagaimana masyarakat dan wisatawan memiliki cerita tersendiri terhadap material alam yang mereka temui. Namun di sisi lain, Kawah Ratu tetap merupakan kawasan vulkanik yang perlu dihormati.


