Jelajahi cerita budaya, alam, dan petualangan nusantara — dari gunung hingga pantai dan pulau tersembunyi.

BudayaDesaEventGunungKeluargaMistisPantaiPulau

Bukan Cuma Tato, 7 Budaya Unik Mentawai Ini Sudah Diakui sebagai Warisan Budaya Indonesia

Adat Pasipiat Sot, Kepulauan Mentawai. Sumber: Diskominfo.mentawaikab.go.id

PERJALANANWONDO - Kalau dengar nama Mentawai, mungkin masih ada yang bertanya-tanya, sebenarnya Mentawai itu di mana? Kepulauan Mentawai merupakan wilayah kepulauan di Provinsi Sumatera Barat. Di balik alamnya yang masih asri dan ombaknya yang terkenal di kalangan surfer, kepulauan ini juga menjadi rumah bagi Suku Mentawai, salah satu masyarakat adat yang masih menjaga berbagai tradisi leluhurnya.

Kalau selama ini kamu lebih sering mengenal Mentawai dari ombaknya atau tato tradisionalnya yang ikonik, ternyata budayanya jauh lebih beragam dari itu. Ada tradisi pernikahan, tarian yang meniru gerakan hewan, cara memanfaatkan hasil alam, sampai tradisi meruncingkan gigi.

Menariknya, tujuh tradisi Mentawai ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2024. Yuk, kenalan lebih dekat dengan budaya-budaya unik tersebut!

 

1. Pangurei, Tradisi Pernikahan Adat Mentawai

Sumber: Diskominfo.mentawaikab.go.id

Pangurei merupakan pesta pernikahan tradisional masyarakat Suku Mentawai. Buat masyarakat Mentawai, Pangurei bukan sekadar acara untuk merayakan pernikahan. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam proses pengesahan perkawinan menurut adat.

Pelaksanaannya juga melibatkan keluarga dan kaum suku dari kedua belah pihak. Ada berbagai aturan adat yang perlu dijalani sebelum pesta Pangurei dilaksanakan. Salah satunya, pasangan yang baru menikah memiliki aturan tertentu terkait hubungan dengan keluarga pihak perempuan sebelum pesta adat tersebut selesai.

Waktu pelaksanaan Pangurei juga bergantung pada kesiapan keluarga dan kaum suku yang terlibat. Jadi, sebuah pernikahan di Mentawai ternyata bukan cuma tentang dua orang yang menikah, tetapi juga melibatkan hubungan dan peran keluarga besar dalam adat.

 

2. Panunggru, Tradisi Berkabung Masyarakat Mentawai

Sumber: Diskominfo.mentawaikab.go.id

Kalau Pangurei berkaitan dengan pernikahan, Panunggru berkaitan dengan kematian dan masa berkabung. Dalam masyarakat Mentawai, kematian seseorang tidak serta-merta dianggap memutus hubungan dengan keluarga yang masih hidup. Karena itu, ada berbagai tradisi yang dilakukan sebagai bagian dari masa berkabung.

Salah satunya adalah Punen Panunggru. Keluarga yang sedang berduka akan menunjukkan tanda kehilangan melalui beberapa perubahan dalam kehidupan mereka. Misalnya, menyimpan perhiasan manik-manik dan tidak mengenakan pakaian bagus.

Ada juga tradisi memotong bagian tertentu dari rambut. Yang menarik, bahkan sampan keluarga bisa menjadi bagian dari simbol berkabung. Bagian sampan yang dipotong berbeda-beda, tergantung siapa anggota keluarga yang meninggal.

Tradisi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat Mentawai memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan rasa kehilangan dan menjaga hubungan dengan keluarga.

 

3. Pasipiat Sot, Tradisi Meruncingkan Gigi

Sumber: Diskominfo.mentawaikab.go.id

Nah, kalau yang satu ini mungkin sudah pernah kamu dengar. Masyarakat Mentawai memiliki tradisi Pasipiat Sot, yaitu tradisi meruncingkan gigi yang dilakukan oleh perempuan. Dahulu, tradisi ini biasanya dilakukan ketika seorang perempuan mulai memasuki usia remaja atau menjelang pernikahan.

Bagi masyarakat Mentawai, gigi yang diruncingkan bukan hanya soal penampilan. Tradisi ini juga memiliki makna yang berkaitan dengan keseimbangan tubuh dan jiwa. Jadi, kalau melihat foto perempuan Mentawai dengan gigi yang terlihat runcing, ada cerita budaya yang jauh lebih panjang di balik penampilannya.

Namun, seiring perkembangan zaman, tradisi meruncingkan gigi ini sudah semakin jarang dilakukan.

Baca Juga: Desa Trunyan, Desa Tertua di Bali dengan Tradisi Pemakaman yang Unik


4. Opa, Tas Tradisional yang Dibuat dari Bahan Alam

Sumber: Diskominfo.mentawaikab.go.id

Kalau sekarang pergi ke alam biasanya kita sibuk mencari backpack yang nyaman, masyarakat Mentawai sudah punya cara sendiri untuk membawa berbagai barang saat beraktivitas. Namanya Opa atau O'rek. Opa merupakan tas tradisional berbentuk keranjang yang dibuat menggunakan bahan alami seperti rotan dan kulit daun sagu.

Cara menggunakannya juga cukup unik. Tas ini disandang di bagian punggung sehingga kedua tangan bisa tetap bebas digunakan. Buat masyarakat yang harus berjalan melewati hutan, jalan licin, bebatuan, hingga medan yang cukup sulit, cara ini tentu sangat membantu.

Opa biasa digunakan untuk membawa hasil kebun, ladang, maupun hasil buruan. Sederhana, tapi ternyata punya fungsi yang penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Mentawai.

 

5. Mone, Cara Masyarakat Mentawai Memanfaatkan Alam

Sumber: Diskominfo.mentawaikab.go.id

Buat masyarakat Mentawai, alam punya peran yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga terlihat dari Mone, sebuah sistem pengetahuan tradisional dalam memanfaatkan lahan dan hasil alam untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dalam bahasa Mentawai, Mone berkaitan dengan hutan dan ladang. Dari lingkungan tersebut, masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan seperti bahan pangan dan hasil yang dapat menjadi sumber penghidupan. Bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, hasil alam juga dapat digunakan dalam berbagai kegiatan adat.

Mone menunjukkan bagaimana masyarakat Mentawai sejak dulu sudah memiliki pengetahuan mengenai cara memanfaatkan lingkungan di sekitarnya untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan hidup.

 

6. Turuk Laggai, Tarian yang Terinspirasi dari Hewan

Sumber: Diskominfo.mentawaikab.go.id

Pernah melihat tarian yang gerakannya mirip seperti hewan? Di Mentawai ada Turuk Laggai, tarian tradisional yang terinspirasi dari gerakan berbagai hewan yang hidup di sekitar masyarakat. Gerakannya bisa menirukan hewan seperti monyet, ayam, hingga burung.

Tapi Turuk Laggai bukan sekadar tarian untuk pertunjukan. Dalam masyarakat Mentawai, tarian ini juga menjadi bagian dari berbagai kegiatan dan upacara adat. Turuk Laggai sendiri memiliki beberapa bentuk, salah satunya Turuk Sikerei yang dibawakan oleh Sikerei dalam kegiatan adat tertentu.

Karena itu, tarian ini bukan hanya menarik untuk dilihat, tetapi juga punya nilai budaya dan spiritual bagi masyarakat Mentawai.

 

7. Gajeumak, Alat Musik Tradisional Mentawai

Sumber: Diskominfo.mentawaikab.go.id

Satu lagi budaya Mentawai yang nggak kalah menarik adalah Gajeumak atau Kateubak. Gajeumak merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul.

Alat musik ini dibuat menggunakan bahan-bahan yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar, seperti batang pohon enau, kulit binatang, dan rotan. Gajeumak biasanya digunakan untuk mengiringi berbagai upacara adat dan kesenian tradisional masyarakat Mentawai.

Uniknya, Gajeumak memiliki beberapa ukuran. Ada yang berukuran besar, sedang, hingga kecil. Perbedaan ukuran tersebut menghasilkan karakter suara yang berbeda. Dalam pertunjukan tertentu, beberapa Gajeumak dapat dimainkan secara bersamaan untuk menghasilkan irama yang mengiringi kegiatan adat.

 

Selain tujuh tradisi di atas, sebelumnya beberapa budaya Mentawai juga sudah lebih dulu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, seperti tato Mentawai, Sikerei, Uma, Kirekat, dan Pasikut Abag.

Semua ini menunjukkan kalau Mentawai bukan cuma menarik karena alamnya. Di balik hutan, laut, dan pulau-pulaunya, ada masyarakat yang masih menjaga berbagai pengetahuan dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Jadi, kalau suatu hari kamu punya kesempatan menjelajahi Mentawai, jangan cuma cari spot bagus buat foto. Coba kenali juga budaya dan kehidupan masyarakatnya. Karena dari situlah kamu bisa melihat sisi Mentawai yang mungkin belum pernah kamu kenal sebelumnya.

Baca Juga: Kenapa Pura Tanah Lot Berdiri di Tengah Laut? Ini Sejarah dan Legendanya

 

Yuk, Jelajahi Kepulauan Mentawai Bareng Wondo!

Setelah tahu budaya dan tradisinya, jadi makin penasaran seperti apa kehidupan masyarakat Mentawai secara langsung?

Yuk, waktunya eksplor Kepulauan Mentawai bareng Wondo! Rasakan langsung perjalanan ke salah satu wilayah Indonesia yang punya alam luar biasa sekaligus budaya lokal yang masih terjaga.

Cek pilihan perjalanan ke Kepulauan Mentawai di Wondo.co.id atau konsultasi langsung lewat 0812-7777-75280.