PERJALANANWONDO - Kalau dengar nama Ujung Genteng, mungkin yang langsung terbayang adalah pantai dengan pasir putih, laut biru, dan suasana tenang khas pesisir selatan Jawa Barat. Tapi, tahukah wondies kalau kawasan ini juga punya tempat yang nggak kalah menarik untuk dikunjungi, yaitu konservasi penyu di Pantai Pangumbahan?
Di sini, kamu bukan cuma bisa menikmati suasana pantai, tetapi juga mengenal lebih dekat kehidupan penyu hijau, melihat bagaimana telur penyu dijaga, hingga menyaksikan pelepasan tukik ke laut.
Jadi, kalau sedang mencari wisata di Ujung Genteng yang punya pengalaman berbeda, tempat ini bisa masuk daftar kunjunganmu.
Pantai Pangumbahan, Rumah bagi Penyu di Ujung Genteng
Pantai Pangumbahan berada di Desa Gunung Batu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu habitat penting bagi penyu hijau (Chelonia mydas) untuk bertelur.
Kondisi pantainya juga mendukung aktivitas penyu untuk bersarang. Penelitian mengenai kawasan Pangumbahan menunjukkan bahwa habitat pantainya termasuk sesuai hingga sangat sesuai sebagai lokasi peneluran penyu hijau.
Menariknya, kawasan ini bukan sekadar tempat wisata. Pangumbahan juga dikembangkan sebagai kawasan konservasi yang bertujuan menjaga habitat dan keberlangsungan populasi penyu.
Jadi, saat berkunjung, wisatawan sebenarnya sedang melihat bagian dari upaya panjang untuk menjaga salah satu satwa laut yang keberadaannya terus menghadapi berbagai ancaman.
Baca Juga: Jantung Segitiga Terumbu Karang Dunia: Kenapa Raja Ampat Begitu Istimewa?
Kenapa Penyu Memilih Pantai Pangumbahan?
Penyu punya kebiasaan yang cukup unik. Setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut, penyu betina akan kembali ke daratan untuk bertelur.
Di Pangumbahan, proses ini biasanya terjadi pada malam hari. Induk penyu akan keluar dari laut, berjalan menuju bagian pantai yang dirasa aman, kemudian menggali lubang menggunakan sirip belakangnya sebelum mulai mengeluarkan telur. Setelah selesai, telur ditutup kembali dan lokasi sarang dibuat sedemikian rupa agar lebih sulit ditemukan predator.
Proses bertelur ini membutuhkan waktu dan kondisi yang tenang. Karena itu, pengunjung tidak bisa sembarangan mendekati atau mengganggu induk penyu ketika sedang mendarat.
Justru dari sini kita bisa melihat bahwa wisata konservasi bukan tentang mendekati satwa sedekat mungkin, tetapi tentang belajar melihat dan menghargai satwa tanpa mengganggu kehidupannya.
Dari Telur Penyu hingga Menjadi Tukik
Setelah induk penyu selesai bertelur dan kembali ke laut, telur-telur yang berada di kawasan konservasi akan mendapatkan penanganan untuk meningkatkan peluang keselamatannya.
Telur kemudian ditempatkan di area penetasan yang dikelola dalam kawasan konservasi. Setelah menetas, bayi penyu yang disebut tukik akan dipersiapkan sebelum akhirnya dilepas kembali ke habitat alaminya.
Nah, bagian pelepasan tukik inilah yang menjadi salah satu pengalaman menarik bagi wisatawan.
Di Pantai Pangumbahan, pelepasan tukik dapat disaksikan pengunjung. Informasi dari pengelola wisata konservasi Jawa Barat menyebutkan bahwa tukik yang telah melalui proses karantina dilepas ke laut sekitar sore hari.
Melihat sekumpulan tukik kecil bergerak menuju laut memang terlihat sederhana. Tapi sebenarnya, itu adalah awal dari perjalanan panjang mereka untuk bertahan hidup di alam bebas.
Kenapa Tukik Tidak Langsung Dilepas ke Laut?
Mungkin kamu pernah bertanya, kenapa tukik harus berada di area konservasi terlebih dahulu sebelum dilepas?
Salah satu alasannya adalah untuk membantu meningkatkan peluang tukik bertahan hidup pada tahap awal kehidupannya.
Di alam, telur dan tukik menghadapi berbagai ancaman, mulai dari predator, aktivitas manusia, hingga perubahan kondisi lingkungan. Karena itulah kegiatan konservasi dilakukan untuk membantu menjaga keberlangsungan populasinya.
Konservasi penyu juga penting karena penyu merupakan bagian dari ekosistem pesisir dan laut. Penelitian mengenai kawasan Ujung Genteng–Pangumbahan menyebutkan bahwa penyu memiliki peran ekologis penting dalam membawa unsur hara dari ekosistem laut ke lingkungan pantai.
Artinya, menjaga penyu bukan hanya tentang menyelamatkan satu jenis hewan, tetapi juga ikut menjaga keseimbangan ekosistem yang lebih luas.
Bisa Apa Saja Saat Berkunjung?
Datang ke kawasan konservasi penyu di Pangumbahan bukan berarti hanya melihat penyu lalu pulang. Wisatawan juga bisa mendapatkan pengalaman edukasi mengenai kehidupan penyu dan proses konservasinya. Kawasan ini memang dikembangkan sebagai wisata edukasi sekaligus konservasi.
Beberapa pengalaman yang bisa kamu dapatkan antara lain:
-
Mengenal penyu hijau dan habitatnya
-
Melihat area konservasi dan penetasan telur
-
Belajar tentang proses kehidupan penyu
-
Menyaksikan pelepasan tukik ke laut
-
Menikmati suasana Pantai Pangumbahan
-
Mengenal lebih dekat pentingnya menjaga ekosistem pesisir
Jadi, liburan ke Ujung Genteng nggak harus selalu tentang foto-foto di pantai. Kamu juga bisa membawa pulang pengalaman dan pengetahuan baru.
Baca Juga: Selain Pulau Samosir, Ini Destinasi yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan ke Danau Toba
Kalau Bertemu Penyu, Jangan Asal Mendekat
Ada satu hal penting yang perlu diingat ketika berkunjung ke kawasan konservasi.
1. Penyu bukan objek untuk dikejar atau disentuh sesuka hati.
Terutama ketika melihat induk penyu naik ke pantai untuk bertelur, wisatawan perlu mengikuti arahan petugas dan menjaga suasana tetap tenang. Proses bertelur merupakan momen yang sangat sensitif bagi penyu. Sumber informasi wisata konservasi Pangumbahan juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan ketika induk penyu sedang mendarat.
2. Jangan menggunakan flash sembarangan, jangan berisik, jangan mencoba menyentuh induk penyu, dan jangan menghalangi jalurnya menuju laut.
Karena tujuan utama datang ke kawasan konservasi adalah melihat, belajar, dan ikut menjaga, bukan membuat satwanya merasa terganggu.
Ujung Genteng, Lebih dari Sekadar Wisata Pantai
Keberadaan kawasan konservasi penyu membuat Ujung Genteng punya cerita yang lebih panjang dari sekadar destinasi pantai. Di satu sisi, kamu bisa menikmati pesisir selatan Sukabumi dengan pemandangan lautnya. Di sisi lain, ada kehidupan satwa yang terus berjalan di balik pasir pantainya.
Ada induk penyu yang datang dari laut untuk bertelur, telur-telur yang menunggu waktunya menetas, hingga tukik kecil yang akhirnya memulai perjalanan menuju laut. Semua proses tersebut menjadi pengingat bahwa alam punya kehidupan sendiri yang perlu kita hormati.
Dan mungkin, itu yang membuat perjalanan ke Ujung Genteng terasa berbeda. Bukan cuma pulang membawa foto, tapi juga membawa cerita tentang penyu, laut, dan usaha untuk menjaga keduanya tetap ada.
Yuk, Explore Ujung Genteng Bareng Wondo!
Penasaran sama penangkaran penyu sekaligus mau explore destinasi seru di Ujung Genteng?
Paket Wisata Ujung Genteng 2D1N dari Wondo mengajak kamu mengunjungi:
-
Curug Cikaso
-
Pantai Karang Gantungan
-
Penangkaran Penyu
-
Pantai Ujung Genteng
Sudah termasuk transportasi AC PP, tiket wisata, dokumentasi, asuransi, Tour Leader, dan P3K.
📍 Sukabumi
2 Hari 1 Malam
Mulai dari Rp350.000
Keberangkatan Agustus-Desember 2026
Tertarik ikut? Cek detail dan booking paketnya di Wondo.co.id!


