PERJALANANWONDO - Kalau mendengar nama Pangandaran, pantai mungkin menjadi destinasi pertama yang muncul di kepala. Padahal, sedikit bergeser dari kawasan pesisir, ada lanskap alam yang menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda.
Namanya Green Canyon.
Di tempat ini, perjalanan bukan tentang pasir putih dan deburan ombak, melainkan menyusuri aliran sungai yang berwarna kehijauan di antara tebing-tebing batu yang menjulang. Pepohonan tumbuh rapat di sekelilingnya, sementara lorong dan celah batu membuat kawasan ini terasa seperti dunia tersembunyi di tengah hutan.
Menariknya, Green Canyon atau yang dikenal masyarakat Sunda sebagai Cukang Taneuh kini kembali mendapat perhatian karena potensinya untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Namun, sebelum membahas pengembangannya, ada baiknya mengenal lebih dekat apa yang membuat Green Canyon begitu menarik.
Apa Itu Green Canyon Pangandaran?
Green Canyon berada di kawasan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Destinasi ini juga dikenal dengan nama lokal Cukang Taneuh, yang dalam bahasa Sunda berarti “Jembatan Tanah”. Nama tersebut merujuk pada sebuah bentukan tanah yang berada di atas sungai.
Kawasan ini memiliki aliran sungai yang diapit tebing batu dan vegetasi hijau. Dari atas permukaan, mungkin sulit membayangkan seperti apa suasana di dalamnya.
Pengalaman mulai terasa berbeda ketika wisatawan menaiki perahu dan mengikuti aliran sungai.
Perlahan, dinding batu di kanan dan kiri semakin mendekat. Pepohonan menaungi tepian sungai, sementara warna air berpadu dengan pantulan tanaman hijau di sekitarnya.
Inilah yang menjadi salah satu alasan Green Canyon begitu mudah diingat.
Kenapa Air di Green Canyon Berwarna Hijau?
Nama “Green Canyon” tentu tidak muncul tanpa alasan.
Salah satu daya tarik visual kawasan ini adalah warna air sungainya yang terlihat kehijauan. Situs resmi pariwisata Indonesia menyebut warna tersebut berkaitan dengan air sungai yang jernih serta lumut hijau yang tumbuh di sekitar tebing.
Ditambah dengan pepohonan yang tumbuh lebat di sekitar sungai, suasana yang tercipta menjadi semakin hijau.
Namun, masyarakat setempat sebenarnya lebih mengenal tempat ini dengan nama Cukang Taneuh.
Nama “Green Canyon” sendiri disebut mulai populer setelah seorang wisatawan Prancis datang pada 1993 dan menggunakan nama tersebut sebagai plesetan dari Grand Canyon di Amerika Serikat.
Meski namanya terinspirasi dari Grand Canyon, karakter keduanya tentu sangat berbeda.
Green Canyon memiliki suasana tropis yang khas Indonesia, dengan sungai, vegetasi lebat, dan tebing karst yang membentuk lorong alami.
Menyusuri Sungai di Antara Tebing Karst
Salah satu cara paling populer untuk menikmati Green Canyon adalah menyusuri sungai menggunakan perahu.
Dari titik keberangkatan, wisatawan akan mengikuti aliran sungai dan masuk semakin jauh ke kawasan tebing. Perahu kemudian bergerak di antara dinding batu yang ditumbuhi tanaman hijau.
Menurut situs resmi pariwisata Indonesia, perahu yang digunakan wisatawan di kawasan ini dikenal sebagai ketinting. Perjalanan menggunakan perahu memungkinkan pengunjung melihat langsung lanskap Green Canyon dari permukaan sungai.
Suasananya juga cukup berbeda dari destinasi wisata alam yang ramai oleh berbagai wahana.
Di sini, perjalanan terasa lebih seperti menjelajah alam.
Suara mesin perahu, aliran air, pepohonan, dan dinding batu menjadi bagian dari pengalaman selama perjalanan.
Ada Gua dan Air Terjun di Green Canyon
Yang membuat kawasan ini semakin menarik adalah bentang alamnya yang tidak hanya berupa sungai.
Green Canyon memiliki formasi batuan dengan stalaktit dan stalagmit, serta air terjun yang berada di sela-sela bebatuan. Kombinasi tersebut membuat pemandangan di sekitar sungai terasa semakin dramatis.
Bagi pencinta fotografi, perubahan suasana dari sungai terbuka menuju kawasan yang dikelilingi tebing bisa menjadi salah satu bagian paling menarik.
Cahaya matahari yang masuk melalui celah pepohonan juga dapat menciptakan pantulan dan bayangan yang berbeda sepanjang perjalanan.
Jadi, tidak mengherankan kalau Green Canyon sering terasa seperti tempat yang jauh lebih terpencil daripada lokasinya yang sebenarnya.
Green Canyon Bukan Cuma untuk Naik Perahu
Kalau ingin pengalaman yang lebih aktif, kawasan sekitar Green Canyon juga memiliki aktivitas body rafting.
Berbeda dengan perjalanan menggunakan perahu, body rafting mengajak wisatawan mengikuti aliran sungai menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelampung dan helm.
Data dari Jadesta Kementerian Pariwisata menunjukkan aktivitas body rafting di Green Canyon memiliki beberapa pilihan rute dengan durasi sekitar 2–4 jam, tergantung jalurnya.
Ada pula aktivitas body rafting di aliran Sungai Cijulang dan kawasan sekitarnya yang menawarkan pemandangan tebing serta air terjun alami.
Tentu saja, aktivitas seperti ini membutuhkan kondisi fisik yang sesuai dan harus dilakukan mengikuti arahan pemandu.
Baca Juga,Misteri Goa Jomblang dan Cahaya Surga di Perut Bumi Gunungkidul
Kenapa Green Canyon Disebut Punya Potensi Wisata Kelas Dunia?
Belakangan ini Green Canyon kembali mendapat perhatian karena Pemerintah Kabupaten Pangandaran memproyeksikannya sebagai salah satu pilot project destinasi wisata dunia.
Fokusnya bukan hanya membuat tempat ini semakin ramai dikunjungi, tetapi juga mengembangkan konsep pariwisata berkelanjutan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah dampak aktivitas wisata terhadap lingkungan, termasuk penggunaan mesin perahu konvensional. Pengembangan ke depan diarahkan antara lain pada penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan, kebersihan, digitalisasi, serta pengelolaan destinasi yang lebih baik.
Hal ini menarik karena daya tarik utama Green Canyon justru terletak pada keasrian alamnya.
Semakin populer sebuah destinasi, semakin penting pula menjaga agar sungai, tebing, vegetasi, dan ekosistem di sekitarnya tetap terawat.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Menjelajahi Green Canyon?
Karena aktivitas utama di Green Canyon berkaitan dengan sungai, kondisi cuaca menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Sebelum berangkat, sebaiknya cek kondisi cuaca dan informasi terbaru dari pengelola. Kondisi sungai dapat memengaruhi aktivitas wisata air.
Kalau ingin menikmati suasana dengan lebih tenang, datang lebih awal juga bisa menjadi pilihan.
Dan jangan lupa membawa pakaian yang nyaman, alas kaki yang sesuai, serta perlengkapan untuk menjaga barang-barang pribadi tetap aman dari air.
Tips Liburan ke Green Canyon Pangandaran
Ada beberapa hal sederhana yang bisa membuat pengalaman menjelajahi Green Canyon lebih nyaman:
Pilih aktivitas sesuai kondisi fisik. Kalau ingin santai, perjalanan menggunakan perahu sudah cukup untuk menikmati pemandangan. Kalau ingin lebih menantang, tersedia aktivitas body rafting.
Gunakan perlengkapan keselamatan. Terutama untuk aktivitas di sungai.
Jangan membuang sampah sembarangan. Keindahan Green Canyon sangat bergantung pada kebersihan kawasan sungai dan hutan di sekitarnya.
Hormati alam dan masyarakat lokal. Green Canyon bukan hanya tempat wisata, tetapi juga bagian dari lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
Cek kondisi terbaru sebelum berangkat. Cuaca dan kondisi sungai dapat memengaruhi operasional wisata air.
Baca Juga, Kenapa Tempat Ini Disebut Sunan Ibu? Mengungkap Asal-usul Nama Sunan Ibu di Kawah Putih
Green Canyon, Ketika Sungai Menjadi Jalan untuk Menjelajah
Green Canyon mengingatkan kita bahwa wisata alam Indonesia tidak selalu harus tentang gunung atau pantai.
Kadang, pengalaman yang paling menarik justru datang ketika kita mengikuti aliran sungai masuk ke celah-celah tebing, lalu perlahan menemukan lanskap yang tidak terlihat dari luar.
Di Green Canyon, air, batu, pepohonan, dan gua membentuk satu perjalanan yang terasa berbeda.
Dan mungkin inilah alasan kenapa Cukang Taneuh tetap menarik untuk dijelajahi: bukan karena tempatnya dibuat semewah mungkin, tetapi karena alamnya sendiri sudah memiliki cerita yang kuat.
Kalau liburan ke Pangandaran selama ini identik dengan bermain di pantai, coba sisihkan waktu untuk melihat sisi lainnya.
Ajak perjalananmu masuk sedikit lebih jauh ke Cijulang dan rasakan pengalaman menyusuri sungai di antara tebing hijau Green Canyon.
Bukan cuma melihat pemandangan dari kejauhan, tetapi benar-benar berada di tengah lanskap alam yang membuat destinasi ini begitu khas.
Dan kalau kamu sedang mencari destinasi Indonesia yang menawarkan pengalaman berbeda dari liburan biasanya, Wondo siap menjadi teman perjalananmu untuk menemukan lebih banyak tempat menarik di berbagai penjuru Indonesia.


