Saksi Bisu Perjalanan Panjang Kota Daeng
Jika berjalan menyusuri pesisir Kota Makassar, ada satu bangunan bersejarah yang langsung menarik perhatian. Tembok batu yang kokoh, bangunan bergaya Eropa, serta suasana yang tenang membuat Benteng Rotterdam terasa seperti membawa pengunjung kembali ke masa ratusan tahun lalu.
Namun, Benteng Rotterdam bukan sekadar bangunan tua yang masih berdiri hingga sekarang. Di balik setiap sudutnya tersimpan cerita tentang kejayaan Kerajaan Gowa, perlawanan terhadap penjajah, hingga perjalanan panjang Makassar sebagai salah satu kota pelabuhan terpenting di Nusantara.
Mengunjungi benteng ini bukan hanya tentang melihat bangunan bersejarah, tetapi juga memahami bagaimana sebuah kota tumbuh dari pusat perdagangan menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia.
Awal Berdirinya Benteng Rotterdam
Sebelum dikenal sebagai Benteng Rotterdam, tempat ini bernama Benteng Ujung Pandang. Benteng tersebut dibangun oleh Kerajaan Gowa sekitar abad ke-16 sebagai benteng pertahanan untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman musuh sekaligus mengamankan jalur perdagangan laut.
Pada masa itu, Makassar merupakan salah satu pelabuhan terbesar di kawasan timur Nusantara. Pedagang dari berbagai wilayah, termasuk Asia dan Eropa, datang untuk berdagang rempah-rempah, sehingga pertahanan menjadi kebutuhan yang sangat penting.
Benteng awalnya dibuat menggunakan tanah liat. Seiring berkembangnya kerajaan, bangunan tersebut diperkuat dengan batu kapur dan batu karang agar lebih kokoh menghadapi serangan.
Baca Juga: 5 Tradisi Unik di Indonesia, Dari yang Sakral hingga Bikin Geleng-Geleng Kepala
Mengapa Dinamakan Benteng Rotterdam?
Perubahan nama benteng terjadi setelah Perjanjian Bungaya pada tahun 1667 yang mengakhiri perang antara Kerajaan Gowa dan VOC Belanda.
Setelah menguasai benteng, VOC melakukan renovasi besar-besaran dengan arsitektur bergaya Eropa. Nama benteng kemudian diubah menjadi Benteng Rotterdam, diambil dari nama kota kelahiran Gubernur Jenderal Cornelis Speelman di Belanda.
Meski mengalami perubahan bentuk dan fungsi, benteng ini tetap mempertahankan sebagian struktur asli yang menjadi saksi perjalanan sejarah Makassar selama berabad-abad.
Benteng yang Menjadi Saksi Berbagai Peristiwa Bersejarah
Benteng Rotterdam memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar markas pertahanan.
Pada masa kolonial, benteng ini menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, hingga militer Belanda di wilayah Sulawesi Selatan. Salah satu kisah paling terkenal adalah penahanan Pangeran Diponegoro setelah berakhirnya Perang Jawa.
Tokoh nasional tersebut menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya di salah satu ruangan dalam Benteng Rotterdam. Hingga kini, ruang tahanannya masih dapat dikunjungi dan menjadi salah satu bagian paling bersejarah di kawasan benteng.
Arsitektur Benteng yang Unik
Salah satu daya tarik Benteng Rotterdam adalah desain arsitekturnya yang masih terawat dengan baik.
Jika dilihat dari udara, bentuk benteng menyerupai seekor penyu yang sedang berjalan menuju laut. Bentuk ini dipercaya melambangkan filosofi Kerajaan Gowa sebagai kerajaan maritim yang kuat, mampu berjaya di daratan maupun lautan.
Di dalam kompleks benteng terdapat bangunan-bangunan bergaya kolonial dengan jendela besar, halaman luas, lorong batu, serta taman yang membuat suasana terasa teduh. Perpaduan arsitektur lokal dan Eropa menciptakan karakter yang unik dan menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun pecinta sejarah.
Fakta Menarik Tentang Benteng Rotterdam
Selain sejarahnya yang panjang, Benteng Rotterdam juga menyimpan berbagai fakta menarik.
Salah Satu Benteng Kolonial Terawat di Indonesia
Meski telah berdiri selama ratusan tahun, sebagian besar struktur benteng masih dipertahankan dengan baik sehingga pengunjung dapat melihat bentuk aslinya.
Menjadi Rumah Museum La Galigo
Di dalam kawasan benteng terdapat Museum La Galigo yang menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah, naskah kuno, peralatan tradisional, hingga peninggalan budaya masyarakat Sulawesi Selatan.
Lokasinya Berhadapan Langsung dengan Pantai Losari
Keunggulan lainnya adalah lokasi benteng yang sangat strategis. Setelah menjelajahi kawasan bersejarah, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menikmati suasana sore di Pantai Losari yang hanya berjarak beberapa menit.
Pengalaman yang Bisa Dinikmati di Benteng Rotterdam
Berjalan di dalam Benteng Rotterdam terasa seperti memasuki lorong waktu. Setiap bangunan memiliki cerita yang berbeda, mulai dari ruang administrasi kolonial hingga bekas penjara tokoh nasional.
Selain mempelajari sejarah, kawasan ini juga menjadi tempat yang nyaman untuk berjalan santai, mengabadikan foto berlatar bangunan klasik, atau menikmati suasana tenang di tengah hiruk pikuk Kota Makassar.
Jika berkunjung pada waktu tertentu, Anda juga berkesempatan menyaksikan pameran budaya, pertunjukan seni, atau kegiatan edukasi yang sering diadakan di kawasan benteng.
Tips Berkunjung ke Benteng Rotterdam
Agar pengalaman wisata semakin menyenangkan, berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti:
- Datang pada pagi atau sore hari agar cuaca lebih nyaman untuk berjalan kaki.
- Luangkan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk menjelajahi seluruh area benteng dan museum.
- Gunakan alas kaki yang nyaman karena sebagian besar area dijelajahi dengan berjalan kaki.
- Jangan lewatkan Museum La Galigo untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap tentang sejarah Sulawesi Selatan.
- Lanjutkan perjalanan ke Pantai Losari atau kawasan kuliner khas Makassar agar pengalaman wisata semakin lengkap.
Baca Juga: Serunya Color & Bubble Run 2026, Fun Run yang Penuh Warna dan Bubble
Benteng Rotterdam, Warisan Sejarah yang Tetap Hidup
Benteng Rotterdam membuktikan bahwa bangunan bersejarah bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga ruang untuk memahami perjalanan sebuah bangsa.
Di balik tembok-tembok batu yang kokoh tersimpan kisah tentang kejayaan Kerajaan Gowa, pertemuan berbagai budaya, hingga perjuangan tokoh-tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Semua cerita tersebut menjadikan Benteng Rotterdam sebagai salah satu destinasi yang layak dikunjungi, bukan hanya karena keindahan arsitekturnya, tetapi juga karena nilai sejarah yang terus hidup hingga kini.
Saat berkunjung ke Makassar, sempatkan waktu untuk menjelajahi Benteng Rotterdam dan rasakan sendiri bagaimana setiap sudut bangunannya menyimpan cerita yang membentuk sejarah Sulawesi Selatan. Setelah itu, lanjutkan perjalanan ke Pantai Losari, cicipi kuliner khas Makassar, dan temukan pesona kota yang memadukan sejarah, budaya, serta kehidupan modern dalam satu perjalanan.
Ke mana pun destinasi berikutnya, Wondo siap menjadi teman perjalanan Anda untuk menemukan lebih banyak cerita menarik dari berbagai penjuru Indonesia.


